Respon Laporan Penemuan Mayat, Tim Resmob Polres Selayar Sigap Lakukan Olah TKP
Font Terkecil
Font Terbesar
TANADOANG UPDATE | SELAYAR — Tim Resmob Polres Selayar, Sulawesi Selatan yang dipimpin Bripka Rahmat Wadi bergerak cepat menindaklanjuti informasi kejadian penemuan mayat seorang lelaki paruh bayah bernama Daris Dg. Sierok (63 tahun) warga Dusun Lembang Bau, Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai.
Polisi yang menerima laporan kejadian, langsung sigap dan bergerak cepat menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP) dan melakukan proses identifikasi, dan olah TKP dengan memasang garis police line disertai pemeriksaan kondisi mayat, mengumpulkan bahan keterangan (baket) sembari mendokumentasikan TKP, berikut mayat korban.
Kanit Resmob Polres Selayar, Bripka Rahmat Wadi mengutarakan, Daris Dg. Sierok (63 thn) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, usai gantung diri dengan menggunakan tali jemuran milik Rantiani (56 tahun) yang masih bersepupu satu kali dengan Daris Dg. Sierok.
Daris Dg. Sierok ditemukan Rantiani (56 tahun) dalam kondisi tidak sadarkan diri pada sekira pukul 17.35 Wita, Jum'at, (1/5) malam.
"Korban ditemukan pertama kali oleh saksi mata, Rantiani, saat akan masuk ke toilet," kata Bripka Rahmat Wadi.
Menurutnya, saksi mata yang mendapati korban dalam posisi tidak sadarkan diri, langsung berinisiatif menghubungi dan menyampaikan informasi kejadian kepada anak korban, Riski Agustina (33 tahun) melalui hubungan telefon selular.
Usai menerima informasi kejadian, Riski Agustina yang sementara berada di rumahnya di Desa Polebunging, meminta tolong agar korban bisa segera dilarikan dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) KH. Haiyung, Benteng untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Namun takdir berkata lain, karena nyawa korban yang tak lagi bisa terselamatkan," terang Bripka Rahmat Wadi.
Sebelumnya, korban datang dan sempat mengutarakan niatnya untuk menginap di rumah saksi mata, Rantiani, sepupu satu kalinya yang berlokasi di Kompleks Perumahan BTN Norsyah, Jln. KH. Abdul Qadir Kasim, di Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu.
Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, terungkap, korban mulai mengalami perubahan perilaku kehidupan sejak isteri pertamanya meninggal dunia dan kemudian menikah lagi untuk kali kedua.
Namun hubungan rumah tangga korban dengan isteri keduanya, terkesan tidak harmonis.
Hal tersebut terungkap dari keterangan anak korban, Riski Agustina. Dari keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan terungkap tindakan nekad korban diduga dilatar belakangi oleh persoalan ekonomi.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kematian korban.
Jenazah Daris Dg. Siero sendiri, rencananya akan dikebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Dusun Lembang Bau, Desa Bonea Timur, hari ini, Selasa, (2/5) usai disemayamkan, dan disholatkan, pungkas Kanit Resmob.
Kapolres Selayar, AKBP. Didid Imawan, S. I.K., M. Tr.Mil yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan informasi kejadian penemuan mayat seorang lelaki paruh bayah yang didapati nekad menghabisi nyawa dengan cara gantung diri di ruang toilet, rumah Rantiani (56 tahun) warga Kompleks perumahan Norsyah Parappa, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu.
"Memang benar, malam ini anggota Polres Selayar telah menerima laporan penemuan mayat seorang lelaki berusia sekira enam puluh tiga tahun yang didapati menggantung dirinya di rumah sepupu satu kalinya di Kompleks Perumahan Norsyah Parappa," kata dia.
"Anggota kami sementara melakukan olah TKP dan melakukan pengembangan untuk mengungkap motif di balik tindakan nekad korban menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri menggunakan tali jemuran," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Selayar, AKBP. Didid Imawan, S. I.K., M. Tr.Mil, menyampaikan ungkapan keprihatinan mendalam dan sekaligus menghaturkan ucapan duka cita disertai belasungkawa atas meninggalnya korban. (Fad)

