Mengkaji Ulang Penetapan Hari Jadi Selayar, Antara 669 dan 675 Tahun
Font Terkecil
Font Terbesar
TANADOANG UPDATE, Rangkaian hari jadi Selayar ke 420 yang diperingati hari ini, Sabtu, 29 November 2025, perlu dikaji kembali dengan mengingat dan mempertimbangkan penetapan waktunya yang tidak didasarkan pada kajian sejarah dan sarat dengan nuansa politik.
Sebelum dilakukan penetapan, dibutuhkan penelitian melalui pelibatan tim arkeologi yang secara teknis bertugas dan bekerja mempelajari, menggali artefak fisik atau melakukan eskavasi situs situs penting untuk bisa menemukan artefak, struktur bangunan, dan atau bukti material lain sebagai bahan acuan dalam melakukan pengungkapan peradaban masa lalu baik sebelum mengenal tulisan (prasejarah) ataupun sesudah munculnya catatan sejarah.
Pelibatan tim arkeologi dibutuhkan untuk mengkaji benda benda peninggalan serta sumber sumber sejarah tertulis lain.
Selain tim arkeologi, dibutuhkan kehadiran badan riset dan sejarawan yang memiliki kemampuan serta keahlian menganalisis catatan dokumen sekaligus melakukan proses rekonstruksi peristiwa dengan mendasari bukti temuan fisik.
Dengan demikian, penetapan hari jadi akan cenderung lebih tepat dan tidak lagi didasarkan pada nuansa kepentingan politik semata.
Bila merujuk pada penulisan nama Selayar yang dalam kitab Kertagama tahun 1356
disebut dengan istilah cedaya atau satu layar.
Maka Selayar, harusnya sudah menapaki usia 669 tahun. Sebutan cedaya sendiri berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti satu layar.
Penyebutan nama cedaya sendiri diilhami oleh banyaknya armada perahu dan atau kapal berlayar tunggal yang singgah dan menunjukkan eksistensi Selayar dalam jalur pelayaran nusantara.
Selayar bahkan menjadi incaran kerajaan Gowa, Tallo dan Ternate dengan mendasari posisinya yang strategis untuk mengendalikan jalur pelayaran.
Posisi strategis Selayar bahkan ikut menjadi incaran kerajaan Majapahit yang memanfaatkan Selayar dalam pelayaran niaga bagian Indonesia Timur untuk mewujudkan kepentingan politik nusantara di zaman Hayam Wuruk atau lebih tepatnya di tahun 1350-1389.
Jika mengacu pada catatan sejarah tersebut, maka Selayar, sejatinya telah menapaki usia 675 tahun. Bukan 420 tahun. (*)
